Gunung Bawakaraeng bagi masyarakat sekitar memiliki arti
sendiri. dimana jika bawakaraeng sendiri terbagi menjadi 2 kata yaitu Bawa
artinya Mulut, Karaeng artinya Tuhan (Raja). jika diartikan secara luas Gunung
bawakaraeng adalah sebagai Gunung Mulut
Tuhan. Penganut sinkretisme di wilayah sekitar gunung ini meyakini
Gunung Bawakaraeng sebagai tempat pertemuan para wali.
Predikat Bawakaraeng sebagai Buttatoayya lalu didudukkan pada sebuah
Gunung yang diberi nama Bawakaraeng. Predikat Buttatoayya lebih dipahami oleh
pelaku tradisi budaya atau ritual mistis atau mereka yang sangat mendalami
kedudukan Bawakaraeng. Para penganut keyakinan ini juga menjalankan ibadah haji
di puncak Gunung Bawakaraeng setiap musim haji atau bulan Zulhijjah, bersamaan
dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Tepat tanggal 10 Zulhijjah,
mereka melakukan salat Idul Adha di puncak Gunung Bawakaraeng atau di puncak Gunung
Lompobattang.
Gunung Bawakaraeng juga terdaftar sebagai gunung yg paling sering dikunjungi baik itu oleh
para warga setempat untuk sembahnyang pada bulan haji, maupun para pendaki
Gunung seperti MAPALA (Pecinta Alam) lainya yang berada diSulawesi
Selatan atau Adventure dari luar provinsi bahkan pulau. pada bulan – bulan di
musim penghujan, kondisi cuaca di gunung ini menjadi sangat buruk dan sering
terjadi badai di pegunungan lompobattang. Waktu kunjungan terbaik biasanya di
anjurkan pada bulan Mei – September, karena pada bulan tersebut cuaca lumayan
baik dan pemandangan alam akan begitu terlihat indah. Gunung Bawakaraeng hanya
berjarak 75 km dari Kota Makassar dan menjadikan gunung favorit bagi pendaki di Kota Makassar
dan sekitarnya.
