Rabu, 25 Desember 2013

GUNUNG BAWAKARAENG



Gunung Bawakaraeng adalah salah satu Gunung di Sulawesi Selatan, dengan puncak ketinggian 2871 Mdpl diatas permukaan laut dan letak geografis pada 119°56′13″ Bujur Timur sampai 05°21′25″ Lintang Selatan, gunung ini tidak berapi dan berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dengan suhu minimum adalah sekitar 17°Celcius hingga maksimum 25°Celcius. Gunung Bawakaraeng yang berada di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini selain memiliki puncak yang termaksud tertinngi di Sulawesi Selatan juga Di lereng gunung ini terdapat wilayah ketinggian Malino, dimana tempat ini adalah wisata terkenal di Sulawesi Selatan. Secara ekologis gunung ini memiliki posisi penting karena menjadi sumber penyimpan air untuk Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sinjai
Gunung Bawakaraeng bagi masyarakat sekitar memiliki arti sendiri. dimana jika bawakaraeng sendiri terbagi menjadi 2 kata yaitu Bawa artinya Mulut, Karaeng artinya Tuhan (Raja). jika diartikan secara luas Gunung bawakaraeng adalah sebagai Gunung Mulut Tuhan. Penganut sinkretisme di wilayah sekitar gunung ini meyakini Gunung Bawakaraeng sebagai tempat pertemuan para wali.
Selain itu Gunung bawakaraeng juga mempunyai sebutan lain sebutan predikat lain bagi Gunung ini yakni Buttatoayya dari bahasa makassar, jika diartikan dalam kata seperti Butta berarti Tanah, Toa berarti Tua, dan Ayya menunjukkan kata sifat, jika diartikan secara menyeluruh dan secara harfiah Buttatoayya berarti Tanah yang memiliki sifat yang Tua, atau secara maknawiah Buttatoayya menegaskan sebagai suatu tempat yang tinggi yang dituakan. karena telah dipilih atau disepakati oleh para wali atau para karaeng atau kaum suci Agama Islam sebagai tempat untuk berdoa bersembahyang dan bertemu untuk membicarakan kebaikan.
Predikat Bawakaraeng sebagai Buttatoayya lalu didudukkan pada sebuah Gunung yang diberi nama Bawakaraeng. Predikat Buttatoayya lebih dipahami oleh pelaku tradisi budaya atau ritual mistis atau mereka yang sangat mendalami kedudukan Bawakaraeng. Para penganut keyakinan ini juga menjalankan ibadah haji di puncak Gunung Bawakaraeng setiap musim haji atau bulan Zulhijjah, bersamaan dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Tepat tanggal 10 Zulhijjah, mereka melakukan salat Idul Adha di puncak Gunung Bawakaraeng atau di puncak Gunung Lompobattang.
Gunung Bawakaraeng juga terdaftar sebagai gunung yg paling sering dikunjungi baik itu oleh para warga setempat untuk sembahnyang pada bulan haji, maupun para pendaki Gunung seperti MAPALA  (Pecinta Alam) lainya yang berada diSulawesi Selatan atau Adventure dari luar provinsi bahkan pulau. pada bulan – bulan di musim penghujan, kondisi cuaca di gunung ini menjadi sangat buruk dan sering terjadi badai di pegunungan lompobattang. Waktu kunjungan terbaik biasanya di anjurkan pada bulan Mei – September, karena pada bulan tersebut cuaca lumayan baik dan pemandangan alam akan begitu terlihat indah. Gunung Bawakaraeng hanya berjarak 75 km dari Kota Makassar dan menjadikan gunung favorit bagi pendaki di Kota Makassar dan sekitarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar